Cute White Flying Butterfly Lia Selviana

November 24, 2018

Berhari-hari Menanti, Akhirnya Kini Kau Kumiliki


Menikah...mungkin semua orang ingin merasakannya, begitupun aku. Dari kecil wanita selalu memimpikan menjadi seorang pengantin, dirias menjadi cantik, dan digandeng seorang pria pujaannya.

teman tapi menikah
akhirnya sah


Ya, kini salah satu impianku itu sudah terwujud. Kamu bersumpah menjadi suamiku di hari sumpah pemuda, 28 Oktober, tahun ini.

Aku masih tidak percaya menjadi seorang istri, tapi yang jelas aku akan menjalaninya dengan baik dan bahagia.

August 7, 2018

1 Tahun Menjadi Bagian dari Inten Target Indonesia

ultah 2018

Selamat ulang tahun inten target ku, ini memang yang pertama, tapi semoga bukan menjadi yang terakhir.
Setahun usiamu, setahun pula aku menjadi bagian darimu.

Rasanya seperti baru kemarin aku interview, lewat video call, signal putus-putus, mungkin banyak pertanyaan yang juga tidak terdengar dengan jelas. Kuingin tertawa mengingatnya ya Tuhan....

Aku merasa orang yang paling beruntung bisa bergabung dengan kalian, dengan modal pengalaman pas-pas an, tapi bisa diterima dan dipertahankan sampai detik ini.

Banyak ilmu yang aku terima, banyak pengalaman yang tentu tak akan mudah aku lupakan.

Pertemanan yang menyenangkan dan kebersamaan yang hangat.

Panjang umur dan semakin jaya Inten Target ku.

Terimakasih Inten Target ku yang sudah mewujudkan mimpiku untuk bisa tinggal di Bandung dan bekerja dengan orang-orang yang seumuran.

Udah aja nulisnya, banyakin aja fotonya biar berwarna, karena gambar berbicara lebih kerras dibanding tulisan. ehhee

geng cowo-cowo
foto bersama di bibir kolam renang :-D
geng ciwi-ciwi manjah

sobat misqueen lantai 1
bosquuu

anak magang yang kece
pasangan serasi
waduu duo telat
girang banget neng megang mic....

Masih banyak banget nih yang mau di abadikan, tapi udah aja lah yaa, capek milih nya...


July 23, 2018

Fiks Saya Belum Pantas Tinggal di Bandung!



Bandung bukan satu-satunya kota yang pernah kurantaui. Sebelum merantau ke Bandung aku pernah tinggal di Yogyakarta alias Jogja alias kota istimewa selama kurang lebih 3.5 tahun. Iya.. aku menghabiskan waktu kuliah di kota istimewa itu. Sesuai dengan namanya, ternyata Jogja memang istimewa. 

Tak seperti 2 kota yang selanjutnya aku rantaui, Jogja memang berhati nyaman, nyaman bagi penduduk aslinya, nyaman juga untuk pendatangnya.

Apa yang tak bisa di temui di Jogja? ah rasanya Jogja bisa memberikan semuanya, eh ada satu yang gak diberikan Jogja kepadaku; jodoh.Yaa... aku tak menemukan jodohku disana. 

Sebagai mahasiswa, apalagi mahasiswa uin sukijo, tentu aku hanyalah mahasiswa miskin yang apa-apa maunya murah atau kalau ada justru maunya gratis. upss..

Nah Jogja itu bisa menerima manusia-manusia miskin sepertiku, nasi kucing seribu maratus,  gorengan seribu dapat 3 (ya ampun jaman kapan ini, pasti sekarang udah gak dapet). Itu rasanya nikmat pol, tak ada angkringan enak seperti Jogja, yakin.
monmap males nyari foto, senemunya aja~
Pokoknya Jogja adalah salah satu tempat yang wajib banget untuk di tinggali. Dan aku jamin kamu gak akan bisa pergi begitu saja kalau sudah menginjakkan kaki di tanah itu.

Tiba di kota kedua, untuk sampai di kota tersebut harus menyebrangi laut jawa, yeeaay kota Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. Saat orang-orang Pangkalan Bun menyebut bahwa jarang ada orang Jawa yang kenal Pangkalan Bun, justru hanya kota itu yang ku tahu dari Kalimantan Tengah. haha katrok bat gwe...

Tak usah menjelaskan panjang lebar tentang Pangkalan Bun lah yaa, di google sudah ada banyak. Bagiku bisa merantau di Pangkalan Bun adalah suatu keberuntungan, yaa aku merasa beruntung bisa menginjakkan kaki di tanah itu, dimana kamu bisa menjumpai pohon sawit dan pohon karet. 

Jika aku tak merantau ke Pangkalan Bun, aku yakin tak akan tahu rasanya naik kapal (yaa walaupun hanya dua kali, itu pun harus suntik ke dokter dulu supaya tidak mabuk wk). Naik kapal selama kurang lebih 24 jam, bayangin aja di atas laut, gak bisa lihat apa-apa kecuali air dan langit yang menyatu. Tapi ada satu yang membuatku mau lagi jika (terpaksa) harus naik kapal lagi; menikmati sunrise dan sunset dengan bebas tanpa penghalang, sumpah indah banget, ditambah lagi suara deburan ombak yang pecah karena kapal, syahdu (beneran ini).

Jika ada kesempatan, aku masih ingin pergi kesana lagi, tapi hanya main, kalau untuk tinggal menetap, yaa maaf saja, aku tidak sanggup. ehee

Aku tak mau tinggal disana lagi bukan karena disana pelosok, karena dari lahir aku juga tinggal di pelosok, yang tidak bisa menjumpai mall atapun bioskop, tapi ya tolong lah masak dari kecil tidak ada perubahan, hehe. Kalau bisa memilih ya kenapa tidak memilih yang lain, gitu kan?

Ada satu lagi yang bikin terbayang-bayang di kepala, pantai di Pangkalan Bun, adalah satu-satunya pantai yang aku mau nyeburin diri dari ujung kepala hingga ujung kaki, yaitu pantai Tanjung Keluang (lain kali aku tulis soal pantai nya), padahal di kota sebelumnya adalah surganya pantai, tapi aku belum pernah berhasil mandi hingga basah sekujur tubuh. Ohya sebelum sampai di tanjung keluang, harus ke Pantai Kubu dulu, baru bisa nyebrang ke tanjung keluang.

Pangkalan Bun itu Indah, tapi tidak semua yang indah itu bisa bikin nyaman, bukan? :-D

Lanjut kota Bandung, kota yang kujadikan judul pada tulisan kali ini. Yaa, sesuai dengan judulnya, saya belum pantas tinggal di Bandung, kenapa?

Coba sini bilang ke aku kalau nemuin amang-amang atau ibu-ibu penjual makanan atau warteg yang mau pakai bahasa selain sunda kepada pembelinya, coba sini kasih tau aku jalan mana yang penggunanya tertib berlalu lintas, coba sini kasih tau aku, coba!!!!

Bandung adalah kota Impian bagiku, dari jaman SMA aku pengen banget ke Bandung, dan alhamdulillah sekarang kesampaian. 

Saat ini, saat tulisan ini ditulis aku sedang menghirup udara kota Bandung (yang katanya diciptakan ketika Tuhan sedang Tersenyum), hah, 

Aku tak akanenulis banyak tentang Bandung, karena pada kenyataannya saya merasa belum pantas tinggal di Bandung, karena saya belum bisa jawabin pertanyaan-pertanyaan orang sini, boro-boro jawab, ngerti pertanyaannya aja kaga, huhuhu.

Intinya yang menjadikanku belum pantas tinggal disini ya karena tidak sanggup menghadapi orang-orangnya, yaa orang-orangnya sangat menjunjung tinggi bahasa mereka, sehingga meski sedang berbicara denganku yang sumpah kalau ngomong bahasa Indonesia medok banget, yang tentunya orang itu akan langsung tau bahwa aku bukan orang sunda, jadi plis tolong lah yaa gunakan bahasa nasional jangan bahasa daerah, sumpah eug pusyiiing cyyint...

Udah gitu aja sejauh ini pengalamanku tinggal di Bandung, tapi meskipun begitu aku tetep bersyukur bisa ngerasain tinggal di sini, semoga saja bisa dapat pengalaman tinggal di kota lain lagi.

Ohyaa salah satu alasan yang membuatku masih betah tinggal disini karena disini semua ada, dan tentunya sangat beda dengan kota Pangkalanbun, yang bioskop aja gak ada cuuyy...huhuhu

Di Jogja semua juga ada sih, tapi waktu tinggal disana aku masih jadi orang miskin, yang masih suka minta-minta sama orangtua, jadi gak bisa ngapa-ngapain juga walaupun semua ada, kecuali duit di dompetku.

Tapi tetep Jogja masih menduduki peringkat 1 guuuyss...


Kita Pernah Saling Mencintai, Bertemu Satu Kali, Lalu Menikah dengan Pasangan Masing-masing

fotonya gak jelas kayak tulisannya~

Jatuh cinta meski belum melihat rupa? kenapa bisa?
Ya tentu bisa, karena jatuh cinta bisa datang darimana saja, tidak hanya dari pandang, bisa juga dari isi tulisan.

Setahun mungkin bukan waktu yang lama untuk usia pernikahan atau hanya pacaran, tapi bagiku itu waktu yang sangat lama untuk suatu kata pendekatan alias pdkt.

Iyaa...setahun... Aku udah jatuh cinta banget, tapi kamunya malah menghilang. Lalu aku melupakanmu, ya berhasil melupakanmu.

Dunia itu sempit, buktinya kita bisa bertemu. Haha pengen tertawa akutu. Kita bertemu di waktu yang tepat, tepat karena jika aku bukan tunangan orang, mungkin, sangat mungkin aku bisa jatuh cinta lagi denganmu. Untungnya tidak.

Begitu juga kamu, sebulan setelah pertemuan yang tak disengaja itu, kamu menikah dengan orang yang kamu cintai tentunya.

Gak ada penting-penting nya sih aku nulis ini, tapi lucu aja, haha. 

Dulu memang aku sempat membencimu, benci yang teramat benci, karena kamu begitu dalam melukai. Tapi sekarang kalau aku ingat, aku malah pengen tertawa, karena banyak hal yang bisa aku ambil dari kejadian itu, aku rasa begitu juga kamu.

Mengutip dari akun twitter nya @jayakabajay "kalo lo PDKT terus gagal, entah itu karena lo ditolak atau tiba-tiba dia menghilang, jangan terlalu dipikirin & diambil hati. Karena itu artinya dia ngga segitunya sama lo atau lo ngga segitunya buat dia. Simpel. Sesimpel kalian emang ngga ditakdirkan untuk menjalin hubungan."
Itu tweet bener banget, meskipun dulu sempat menggangu pikiranku, tapi aku tak menyesal, karena seiring berjalannya waktu aku tetap bisa menjalaninya.

Untungnya kita pernah bertemu, sehingga aku bisa memaafkanmu dan meminta maaf padamu. Semua memang sudah diatur oleh-Nya.

Tiga bulan lagi setelah kamu menikah, aku juga akan menikah, tentunya dengan orang yang aku cintai. Itu yang selalu ada dalam doaku, menikah dengan orang yang aku cintai dan mencintaiku.

May 5, 2018

Ada yang Lebih Berat dari Sekedar Menahan Rindu, yaitu Harus Berpisah Setelah Bertemu!

kencan ala anak sekolahan di Agro Techno Park Ngawi

Menahan rindu bagi pasangan LDR itu sudah biasa, namun ada yang lebih berat dibanding itu bagiku, yaitu ketika aku harus berpisah denganmu saat kita lagi asik-asiknya bertemu.

Kamu terbuat dari apa sih? kok aku rasanya pengen nempel terus. ehhee

Mungkin ini yang dinamakan nyaman, aku seperti tak butuh apapun ketika duduk berdua denganmu, aku seperti tak ingat rasanya lapar, asal itu ada kamu. Yaa sebelumnya aku tak bisa mengartikan apa itu rasa nyaman, bagaimana dan seperti apa itu rasa nyaman, namun sejak bertemu denganmu, aku bisa merasakan semuanya.

Tak akan bisa dipahami sebelum merasakannya sendiri, dari dulu aku sering mendengar atau membaca; jangan cari pasangan yang cantik, ganteng, atau kaya, tapi carilah yang bisa membuat nyaman.

Sumpah setiap kali aku membaca tulisan atau mendengar kalimat seperti itu, aku merasa bodoh, karena aku benar-benar gak tau nyaman dengan seseorang itu seperti apa, kalau nyaman pake sepatu, nyaman pake baju yaa aku jelas tau rasanya.

Sekarang aku mengerti, ketika aku tak butuh menunjukkan sisi baikku dan tak perlu menyembunyikan sisi burukku dihadapanmu, ketika aku tak akan berusaha menjauhimu walapun aku tahu seberapa banyak kekuranganmu, ketika aku merasa bahwa ketika kita bersama semua terasa baik-baik saja, yaa ketika itu lah aku merasa nyaman bersama seseorang, nyaman bersama mu.

Itulah sebabnya, kenapa ada yang lebih berat dari sekedar menahan rindu, karena duduk berdua denganmu adalah hal yang tak bisa tergadaikan, adalah hal yang sebanding dengan isi dunia.

Itulah sebabnya, kenapa ada yang lebih berat dari sekedar menahan rindu, karena setiap kita bertemu aku harus menghadapi satu kenyataan yang sampai saat ini sulit untuk kuterima; pergi lagi meninggalkanmu.

Semoga gak ada LDR season dua, semoga ketika tiba saatnya kita untuk bersama, jarak tak akan lagi hadir ditengah-tengah kita.

April 18, 2018

Bertahun-tahun Dia Gak Bisa Move On, Ini Salah Siapa?

Tuhan, ini salah siapa??

Menjalin sebuah hubungan tentu tak selalu mulus seperti apa yang selalu kita bayangkan. Apalagi hubungan itu terbentuk ketika kamu masih belum mengerti untuk apa sesungguhnya manusia itu hidup. Belum merasakan bagaimana rasanya kehabisan duit, belum pernah merasakan susahnya mencari kerjaan, belum pernah merasakan ditolak perusahaan, bahkan belum pernah merasakan nikmatnya saat gajihan. Yaa alias hubungan itu terbentuk saat kamu masih sekolah atau bisa di bilang cinta monyet.

Dia bukan cinta pertamaku, juga bukan pacar pertamaku, tapi entah bagi Dia aku cinta yang ke berapanya. Kejadian itu sudah 8 Tahun berlalu, dan hubungan itu hanya berlangsung sekitar 1 tahunan. Seperti hubungan-hubunganku dengan laki-laki sebelum Dia, hubungan itu biasa saja, sedikit spesial tapi sungguh tak ada kata serius (untuk menikah dengannya) dalam benakku.


Aku tak pernah berkeinginan untuk menikah muda, sehingga bagiku pacaran selama sekolah ya hanyalah cinta sesaat. Aku tak pernah membayangkannya untuk sampe tahap pernikahan. Namun mungkin ternyata beda dengan apa yang dipikirkan dengan Dia saat itu.

Bertahun-tahun Dia gak bisa move on, ini siapa yang salah?

Sejak perpisahan itu, kami gak pernah hubungan lagi, hingga tiga tahun yang lalu Dia mengirim whatsapp dan tanya bagaimana caraku bisa move on dari Dia, karena saat itu katanya Dia sudah punya tunangan yang sebentar lagi mau dinikahinya (Memutuskan menikah dalam keadaan Dia masih mencintai orang lain yang bukan calonnya??). Saat itu Aku bilang karena Aku sudah tak mencintainya jadi aku bisa segampang itu move on darinya.

Baca juga:
Seingetku saat itu Dia bilang (dengan penuh kejujuran) kalau Dia mencintai wanita lain, dan Aku seketika marah dan minta putus sama Dia. Walaupun sebenarnya alasanku memutuskannya pun sebenarnya bukan hanya hal itu, sebenarnya Aku sudah lama ingin putus dengannya, ya karena apa lagi kalau bukan sudah gak cinta, bahkan sebenarnya saat itu pun aku juga sedang mencintai orang lain (bagian ini yang sampai detik ini gak dia ketahui, karena aku gak mau ngasih tau). Mungkin memang Aku yang jahat, dan yang pantas mendapat karma pun yaa Aku (dapat karma beneran kok, habis kejadian itu, banyaak).

Hingga beberapa hari sebelum aku menulis ini, Aku masih dengar kabar kalau dia belum bisa mobe on. Haayy ini sudah tahun berapa, dan kamu masih saja duduk di masa lalu??? Kemudian sengaja Aku kirim whatsapp ke Dia. Sebelumnya ada grub WA sekolah SMA kami yang didalamnya ada Dia juga Aku.

"enek Lia ning grub kene?" Dia menulis pesan seperti itu, setelah ngobrol banyak dengan teman-teman kami yang lain.

Grub WA itu emang baru di bikin, jadi masih anget-anget nya, wks~

"enek" ku balas begitu setelah beberapa percakapan dibawahnya.

Salah satu teman ada yang menimpali "iki lo sing mbok golek i wes muncul"

"moncrot, metu ae aku ko grub, assalamualaikum bro"
              +6285******* left

Aku bingung dong, apa salahku, apa bukan benda najis, aku sama seperti yang lain, temannya.

Lalu paginya sengaja Aku chat Dia, tanpa basa basi Aku tanya "kenapa keluar dari grub?" kemudian dia bilang "Aku gagal move on, Aku bahkan pernah gagal nikah, gara-gara kamu, tapi sekarang Aku udah punya istri".


Belum bisa move on (sampai sekarang), padahal Dia udah nikah (SUDAH MENIKAH!!).

"Apa aku masih punya hutang? apa aku masih punya salah yang belum bisa Kamu maafkan? Aku udah punya tunangan, sebentar lagi Aku juga mau nikah" balasku.

Dia jawab "Kamu gak salah Li, Aku masih berusaha, makanya Aku gak mau ada dalam grub itu, Aku ingin menjauh, jangan chat Aku lagi ya hehe, dengan kamu nikah Aku akan cepet move on, kalau mau ngasih undangan titipin ke mapud atau sigit yaa" Dia mengakhiri obrolan.

Bertahun-tahun Dia gak bisa move on, siapa yang salah? siapa yang salah? apa salahku? apa aku berdosa?

Kemudian pikiran-pikiran rasa berdosa menghantuiku, bukan karena menyesal dulu telah memutuskannya, atau menyesal tidak menikah dengannya, tapi merasa ini adalah beban, beban karena telah menjadi penghambat kebahagiaan seseoarang.

Doaku semoga Dia dan keluarganya bisa bahagia dunia akhirat. Dan aku bersyukur memiliki tunangan yang (ngakunya sih) gak punya mantan, dan semoga Aku satu-satunya wanita yang dicintainya setelah Ibunya.

April 13, 2018

Jangan Takut Menikahiku, Apapun Jalan Ceritanya, Aku Akan Bersyukur Jadi Pendamping Hidupmu!


Menikah bukanlah akhir tujuan dalam hidup, melainkan sebuah awal. Dan aku sadar itu bukanlah sesuatu yang mudah untuk dijalani. Tapi bersamamu aku percaya semua akan baik-baik saja. Bersamamu aku yakin bahwa menikah bukanlah hal menakutkan untuk di lalui.

Aku tau sayang,
Menikah memang tak hanya bermodal cinta, seperti yang kita alami saat ini. Tapi aku tahu, bahwa menikah juga bukan hanya soal materi. Jika kamu takut aku tak bahagia, berhentilah berniat menikahiku. Kamu harus bisa membuatku bahagia, seperti yang dilakukan kedua orangtuaku kepadaku.

Kebahagiaan bukan soal uang, sayang, aku yakin kamu juga tau itu. Bukan juga aku mau hidup menderita, tapi kebahagiaan tidak dihitung dengan banyak atau tidaknya uang yang kita punya.

Jangan pernah takut kalau kamu ternyata bukanlah pria yang selama ini aku harapkan, sampai akhirnya kita berada di titik ini, sampai pada akhirnya aku memutuskan untuk menerimamu, tentu bukan karena kamu pilihan terakhir atau karena gak ada pilihan lain selain kamu, tapi karena aku yakin, aku yakin bahwa kamu memang bisa membuatku nyaman sebagai tempatku untuk pulang.

Sayang, aku harap kamu juga tak akan kecewa dan menyesal jika pada akhirnya aku juga tak seperti apa yang selama ini kamu harapkan dan inginkan. Tapi aku yakin, bersamaku, kita akan bisa mewujudkan mimpi-mimpi yang pernah kita tuliskan.

Aku sadar siapa aku, jika akhirnya kita bersatu, aku yakin ini adalah berkat doa-doa yang tak pernah putus kamu panjatkan.

Sayang, sekali lagi jangan pernah takut menikahiku.

December 29, 2017

Tentang Blog Ini


"Yang Terucap Akan Lenyap, Yang Tercatat Akan Teringat"

Pernah baca atau dengar kalimat itu nggak? yaps itu adalah salah satu motivasiku untuk nulis (apa saja yang penting gak penting) di blog ini. Blog yang kebanyakan isinya adalah curhatan ini di buat awalnya hanya karena tugas kuliah, namun ternyata nge-blog itu asik, seperti aku nulis diary, namun tanpa menggunakan pensil dan buku. 

Aku bukan penulis, tapi aku suka nulis. Nulis apapun yang ingin aku tulis, suka-suka aku. Aku juga nggak peduli orang lain suka atau enggak, yang penting aku nulis, nulis karena diriku sendiri dan untuk diriku sendiri.

Blog ini adalah tempatku menuliskan keseharian, kesebulanan atau kesetahuananku (walaupun padahal sehari-hari juga gitu-gitu aja). Tulisan-tulisan di Blog ini tentu tak sepenuhnya persis seperti peristiwa aslinya, kadang dikurangin, kadang ditambahin, namanya juga suka-suka, jadi ya suka-suka yang nulis.
 
Alhamdulillah, blog ini udah pernah ikut lomba, tapi belum pernah menang. Tapi yaa gak apa-apa, orang namanya suka-suka ya gini, menang suka, nggak menang ya suka.


Tentang Saya

lia selviana

Lia Selviana, entah apa filosofinya yang jelas aku bangga, karena kata guru SMA ku dulu, namaku itu adalah nama keren (beneran, gak bohong). Tapi kalo ditanya artinya apa, sumpah aku gak tau. Yang aku tau, nama ini sering aku jadiin alesan saat aku foto selfie dan diejekin teman-temanku. Secara orangtuaku aja tau kalo aku bakalan suka selfie makanya aku gak mau bikin mereka kecewa dengan memperbanyak SELFIE.

Aku lahir di Ngawi, 25 tahun yang lalu, asli jowo, ora campuran. Aku sulit didekati, namun aku mudah jatuh cinta. Aku suka dandan, suka masak, suka nulis, yang dikit-dikit marah, dikit-dikit nangis, dan dikit-dikit kangen. Sedikit bicara banyak selfie-nya.

Bangga pernah menjadi mahasiswa di Jogja dengan jurusan Bimbingan Konseling Islam. Pernah bimbang saat ngambil konsentrasi jurusan, akhirnya milih Bimbingan Konseling Keluarga dan Masyarakat, karena prinsipku; Jika pada akhirnya saya tidak bekerja sesuai dengan jurusan saya, setidaknya saya akan tetap membangun keluarga dan hidup bermasyarakat.

 Dan benar, setelah lulus kuliah, aku merantau ke tanah Borneo dan mendapat pekerjaan (tidak sesuai jurusan) di media cetak dan online Borneonews.

Dan sekarang tinggal di Bumi Pasundan Bandung, bekerja sebagai Konten Editor (tidak sesuai jurusan lagi), sosok di balik akun Dahlia Manoban di www.pastiseru.com. Meski namaku lia, tapi sering dipanggil min, karena selain menjadi konten editor, aku juga jadi ngadimin di fanspage PastiSeru-Kesehatan.

Selain suka nulis blog, aku juga suka nulis artikel di Hipwee, kalau lagi nganggur suka berkicau  di sini. Kalau habis jalan-jalan juga suka pamer foto di instagram dengan nama akun liaselvian.

Semoga setelah bekerja tidak sesuai jurusan, bisa segera menerapkan prinsip yang diatas. Bhaay.....bhay....

Temukan Saya:

Instagram: https://www.instagram.com/lia.liasel/
Twitter: https://twitter.com/liasel




November 17, 2017

Kamu Perlu Tahu, Sejak Itulah Aku Membunuh Setiap Rindu yang Tumbuh


Sejak memutuskan untuk berhenti menunggumu, sejak itulah aku selalu membunuh setiap rindu yang tumbuh. Aku tak sanggup lagi menahannya sendiri. Kita berada diantara dua pulau yang berbeda. Dan ternyata itu tak mudah untuk dijalani. Kupikir aku orang yang paling bisa mempercayai, ternyata aku sendiri yang berani mengingkari. Janji yang kutulis untuk menunggumu, nyatanya tak mampu aku tumpu. Bukan karena orang lain, tapi ini murni ketidaksanggupanku menunggumu yang (tidak) pantas untuk ditunggu.

Dari awal memang kamu tak pernah memintaku untuk menunggu, namun karena aku tak terbiasa tanpamu, akhirnya aku yang memutuskan untuk menunggu, walau akhirnya aku sendiri yang mengingkari. Aku bisa hidup tanpamu, karena sebelum bertemu denganmu pun hidupku juga bahagia.
"Mencintaimu memang membahagiakan, tapi aku yakin kebahagiaan tak hanya bisa ku dapat dari mencintaimu saja"
Kini kita semakin jauh, bukan hanya jarak tapi juga hati. Tapi bukankah ini memang yang aku inginkan? Jauh darimu juga hatimu. Aku pikir ini akan menjadi hal yang susah untuk dilakukan, namun nyatanya ini adalah perkara mudah. Iyaa… mudah karena pada kenyataannya memang kamu tak pernah sedikitpun menaruh aku di bagian hatimu. Pantas saja saat aku berhenti menghubungimu pun kamu juga tak pernah lagi bertanya kabar kepadaku.

Bukannya ingin dikejar, karena sesungguhnya aku tak pernah berlari. Bukan pula ingin terus kamu genggam, karena sesungguhnya aku tak pernah melepaskan. Aku hanya pergi dengan penuh rasa tahu diri. Karena jika aku tetap bertahan, bukan hanya aku saja yang tersiksa, kamu juga.

Ketahuilah, meski aku berhenti menghubungimu juga menunggumu, rasa rindu yang dulu pernah kita usahakan untuk diselesaikan, sampai kini pun tak bisa aku hentikan. Mainlah ke kota ku, karena di setiap sudutnya kutitipkan berjuta rindu untukmu. Kita memang tak pernah saling sapa, tapi rasa rindu tak bisa dihentikan begitu saja.

Aku berhasil membuatmua hilang dari notification chat dihandphone ku, tapi tidak untuk pikiranku. Buktinya aku masih saja menulis tentangmu. Aku tak bisa berjanji bahwa ini adalah tulisan terakhirku tentang kamu. Namun dapat kupastikan bahwa hati ini hanya sedang rindu dan tak menginginkan untuk bertemu.

Kita hanya sepasang manusia yang pernah saling merasa bahagia saat bersama. Namun kini kita bukanlah siapa-siapa. Mainlah ke kota ku, agar kamu tahu bahwa aku pernah memendam rindu untukmu. Kita memang tak perlu lagi saling bertemu, karena itu hanya akan membuat hati ini pilu.

Banyak yang bilang semua akan indah pada waktunya, tapi itu tak berarti apapun buat kita. Bahkan karena waktu aku memutuskan untuk berhenti menunggumu, yaa karena waktu yang kurasa terlalu lama. Meski mungkin hanya menurutku, tidak menurutmu.

Memang tak semestinya aku menulis lagi tentang rindu, terlebih rindu untukmu, ini hanya akan membuang-buang waktuku. Mungkin kamu tak pernah salah, hanya aku yang terlalu berlebihan dalam menanggapi hati yang mudah berubah-ubah. Kamu hebat, iya hebat, entah kamu jadi milikku atau tidak aku mengakui bahwa kamu hebat.


Artikel ini juga pernah publish di sini

Meski Tak Pernah Mengaku, Dirimu Satu-Satunya Pria yang Membuatku Selalu Rindu


selamat hari ayah
(ayah dan anak perempuannya)
Ayah, satu kata yang tidak akan pernah bisa digambarkan bagaimana sosoknya. Seberapa banyak keterangan untuk menjelaskannya pun rasanya tak akan pernah cukup. Kerja keras dan kasih sayangnya yang kian hari kian berarti, tak akan pernah sebanding jika mau dibalasnya.

Seorang Ayah mungkin perangainya terkenal keras dan tegas, tak jarang sering mengekang dan membentak. Terlebih bagi seorang wanita, hal-hal yang demikian pasti sering ia dapatkan. Tak hanya waktu kecil saja, ketika seorang wanita akan memilih pendamping hidup pun seorang ayah tak akan dengan mudahnya melepaskan anaknya ke tangan seorang pria.

Ke Jogja Istimewa Bersama Orang Istimewa


Hari ini kita berada di kereta yang berbeda namun dengan tujuan yang sama. Kamu dari timur aku dari barat. Dan di tengah-tengah sana ada satu kota yang menanti kehadiran kita. Menanti untuk menjadi saksi dua manusia yang lagi dirundung asmara, dua manusia yang telah menanti-nanti untuk bisa saling jumpa.

Akhiarnya sepasang mataku melihat bahwa cinta itu beneran ada, beneran ada di mata juga hatimu. Ini adalah perjumpaan pertama kita setelah aku tahu bahwa cintaku selama ini tak bertepuk sebelah tangan. Setelah aku tahu bahwa ternyata selama ini kamu juga menyimpan rasa untukku. Dari pertemuan ini aku belajar menghargai sebuah waktu, sebuah waktu yang ternyata berlalu begitu cepat jika kulalui bersamamu.


Yogyakarta bukanlah kota baru bagiku, aku sangat familiar dengan setiap sudut kota ini. Empat tahun tinggal di jogja membuatku selalu rindu dan ingin main kesini lagi, lagi dan lagi. Jogja itu istimewa, seistimewa orang yang lagi menemaniku berkeliling jogja saat ini. Bagiku Jogja tidak hanya sebagai bekas tempat kuliahku, namun sejak saat ini Jogja akan menuliskan sejarah baru dalam hidupku.
Baca juga:
Ada yang berubah dari Jogja sejak kutinggalkan beberapa tahun yang lalu, sama seperti hidupku; ada yang berubah sejak kamu mengatakan untuk tinggal di hatiku. Tujuan hidupku menjadi jelas, dan mimpi-mimpiku menjadi semakin dekat. Aku tak tahu lagi bagaimana untuk menggambarkannya, yang aku pahami, aku menjadi lebih bahagia dari sebelumnya.

Mungkin hatiku seramai suasana Malioboro malam ini, tak kulihat orang sedih disini, semua terlihat bahagia. Apa karena aku yang terlalu bahagia, sehingga tak bisa melihat orang lain bersedih? entahlah… aku mau jadi orang egois hari ini.

Meski tak banyak yang kita bicarakan, namun aku tetap merasa jauh lebih mengenal kamu setelah berjalan beriringan di tanah istimewa ini. Rasanya tak butuh lagi penjelasan apapun, berada disampingmu saja sudah cukup membuatku menikmati kebersamaan ini.

Terimakasih yaa untuk waktu yang singkat ini, kamu harus tau bahwa aku sangat bahagia saat ini. Ini adalah awal, semoga hingga akhir nanti kita selalu punya kesemptan untuk mengunjungi tempat-tempat yang lain.

Jogja telah menjadi saksi pertemuan ini, dan kota lain sudah menunggu untuk kita kunjungi.

August 25, 2016

"Aku Suka Membaca, Makanya Aku Menulis"

Saat sedih aku nulis, saat senang aku nulis,
saat benci aku nulis, saat marah aku nulis,
saat kecewa aku nulis, saat rindu aku nulis,
saat jatuh cinta aku nulis, saat patah hati aku nulis.
aku menganggap bahwa dengan menulis itu sama halnya aku curhat.
Bukan lagi mulut manusia yang berkomentar,
bukan lagi mata manusia yang membaca,
bukan lagi telinga manusia yang mendengar,

bukan lagi perasaan manusia yang simpati.
Kapanpun aku ingin membacanya,
aku tinggal buka kembali tulisanku.
dan semua tetap sama, tidak ada yang berubah.
Apapun dan bagaimanapun perasaanku saat membacanya,
semua tetap sama.
Yang sedih tetap sedih
yang senang tetap senang
yang benci tetap benci
yang marah tetap marah
yang kecewa tetap kecewa
yang rindu tetap rindu
yang jatuh cinta dan patah hati tetap sama
namun hanya satu ekspresi yang akan keluar dari mata, telinga,
mulut, hidung dan hatiku, yaitu "TERSENYUM"

August 10, 2016

Ketika Twitter Tak Lagi Mengasikkan

Pagi adalah penentu siangmu, pagi marah-marah gak tau deh siangnya bakal kaya apa.
gue lagi sebel bangetttt sama orang yang tak kukenal di twitter, sebut saja BangKe, tiba-tiba BangKe mention akun gue, menanggapi tweet ku yang bersifat bercandaan, hellooowww.....BangKe lo kayaknya perlu nge follow akun @makmummasjid @sbkcf @mhdjns @seterahdeh dkk, lo harus tau BangKe mana bercandaan mana yang seriusan, dan jika lo paham dengan pinned tweet gue lo bakal tau siapa dan bagaimana gue kalo maen twitter. "Yang aku tulis gak semua tentang aku, gak semua buat kamu, gak selalu buat dia, jangan terlalu serius! ini kan cuma twitter" itu adalah pinned tweet gue, dan lo BangKe harusnya baca ini sebelum mention yang gak jelas. sumpah gue sebel banget sama lo. Gue sayang banget sama akun twitter gue, gak ada sosial media lain yang seenak twitter. Namun kini lo telah merusak semuanya, lo bikin gue gak nyaman disana.Gue udah block akun lo BangKe. Jika twitter gak asik lagi gue harus maen-maen dimana BangKe?? hah 

April 13, 2016

Seandainya kau tau

Semakin aku diam semakin aku jatuh cinta sama kamu,
Aku diam bukan berarti aku tidak mau melakukan apa-apa,
Aku diam karena aku gak tau harus melakukan apa,
Mencintaimu membuatku merasa bodoh,
Kehilangan keberanian
Bimbang khawatir resah gelisah semua mengganggu jalan ku,
Apa ini benar yang namanya cinta?
Semakin aku bertanya semakin aku tak mengerti apakah itu cinta.
Yang aku tahu aku hanya ingin dekat dengan mu... dekat denganmu... dekat denganmu.

April 9, 2016

Apa Itu Cinta ?



Saya bukan seorang penulis tapi saya suka membaca, dan ketika menemukan bacaan yang dapat memotivasi kehidupan saya, saya tidak malas untuk menulisnya ulang, bukan bermaksud untuk ngopi paste, hanya percaya pada kalimat “yang terucap akan lenyap dan yang tercatat akan teringat” dan barangkali ada yang belum pernah baca dan juga sependapat dengan saya, bahwa tulisan ini dapat menginspirasi, itu saja.
Tulisan dibawah ini saya dapat dari buku “Bukan Untuk Dibaca” karya Deassy M. Destiani (halamannya lupa ga di tulis, soalnya buku hasil pinjaman, ga bisa buka lagi hehehhe)
Gooooo!!!!!!!!!!!!!!!! 
love
I Love Just The Way You Are... Just The Way It Is..
Plato bertanya pada gurunya “Apa itu cinta? Bagaimana saya bisa menemukannya?”

Gurunya menjawab “Ada ladang gandum yang luas di depan sana. Berjalanlah kamu tanpa boleh mundur kembali, kemudian ambillah satu saja ranting. Jika kamu menemukan ranting yang kamu anggap paling menakjubkan, artinya kamu menemukan cinta.”

Plato berjalan. Tak seberapa lama, dia kembali dengan tangan kosong, tanpa membawa apapun.

Gurunya bertanya “Mengapa kamu tidak membawa satu pun ranting?”

Plato menjawab “Aku hanya boleh membawa satu saja dan saat berjalan tidak boleh mundur kembali. Sebenarnya aku telah menemukan yang paling menakjubkan, tapi aku tak tahu apakah ada yang lebih menakjubkan lagi di depan sana, jadi tak kuambil ranting tersebut. Saat aku melanjutkan perjalanan lebih jauh lagi, baru kusadari bahwasanya ranting-ranting yang kutemukan kemudian tak sebagus ranting yang tadi, jadi tak kuambil sebatangpun pada akhirnya.” 

Gurunya menjawab “Jadi ya itulah cinta”

Plato bertanya lagi “Apa itu perkawinan? Bagaimana saya bisa menemukannya?”

Gurunya menjawab “Ada hutan yang subur di depan sana. Berjalanlah tanpa boleh mundur kembali dan kamu hanya boleh menebang satu pohon saja. Dan tebanglah, jika kamu menemukan pohon yang paling tinggi karena artinya kamu telah menemukan apa itu perkawinan.”

Plato pun berjalan dan tidak seberapa lama, dia kembali dengan membawa pohon. Pohon tersebut bukanlah pohon yang segar atau subur, dan juga tidak terlalu tinggi. Pohon itu biasa-biasa saja.

Gurunya bertanya “Mengapa kamu memotong pohon yang seperti itu?”

Plato pun menjawab “Sebaba berdasarkan pengalamanku sebelumnya, setelah menjelajahi hampir setengah hutan, ternyata aku kembali dengan tangan kosong. Jadi dikesempatan ini aku lihat pohon ini, dan kurasa tidaklah buruk-buruk amat, jadi kuputuskan untuk menebangnya dan membawanya kesini. Aku tidak mau menghilangkan kesempatan untuk mendapatkannya.”

Gurunya pun kemudian menjawab “Dan ya itulah perkawinan.”
Cinta itu semakin dicari maka semakin tidak ditemukan. Cinta adanya di dalam lubuk hati, ketika dapat menahan keinginan dan harapan yang lebih, ketika ada pengharapan dan keinginan yang berlebih akan cinta maka yang didapat adalah kehampaan...
Tiada satupun yang didapat dan tidak dapat dimundurkan kembali.waktu dan masa tidak dapat diputar mundur.  Terimalah cinta apa adanya.
Perkawinan adalahkelanjutan cinta, suatu proses mendapatkan kesempatan.
Ketika kamu mencari yang terbaik diantara pilihan yang ada, maka akan mengurangi kesempatan untuk mendapatkannya.
Ketika kesempurnaan ingin kau dapatkan maka sia-silah waktumu dalam mendapatkan perkawinan itu, karena sebenarnya kesempurnaan itu hampa adanya. 

“semua orang mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Tidak perlu menunggu untuk mencari pasangan yang sempurna, karena justru mungkin orang itu sekarang sudah mencari orang lain yang mau menerima dia apa adanya.”

March 9, 2016

Gerhana Matahari Total Borneo

Gerhana Matahari Total adalah fenomena langka yang sangat menarik untuk diamati. Dan tepat pada hari ini 9 maret 2016 ada beberapa daerah di indonesia yang dilewati #GMT,  satunya adalah tempat saya duduk sekarang. Saya bersama teman-teman redaksi BorneoNews melakukan wisata gerhana ke kabupaten Lamandau Kalimantan Tengah. Bagi yang daerahnya dilewati GMT adalah orang-orang yang beruntung, karena peristiwa ini (katanya) terjadi ratusan tahun sekali ( tapi gue inget banget pas TK sekitar th 1998/1999 ada perostiwa gerhana matahari, gue liat gerhana matahari lewat air yg ditaruh ember, karena gak boleh liat langsung sama bu guru. Dan ditakut-takuti kalo gerhananya dimakan buto, hahaha.... masa kecil yang lutcuuu... tapi pas coba gue search di gugel kok sama sekali gak nemu berita gerhana sekitaran tahun itu yaa??? Gue jadi bingung?? Mohon dijelaskan dong yg tau!! hehee )
Kembali pada topik gerhana matahari pada hari ini, kali ini saya termasuk orang yang beruntung karena bisa ikut mengamati suasana dari terang menjadi gelap kemudian terang lagi. Sungguh ini sesuatu yang sangat luar biasa menurut saya. Dan ada yang tak kalah menarik dari gerhana matahari total hari ini, yaitu suku dayak yang masih kental dengan adat budayanya menunjukkan beberapa tarian dalam penyambutan gerhana matahari total di bundaran rusa lamandau ini. Sungguh tidak sia-sia saya dan teman-teman berangkat subuh (gue gak sholat subuh dan gak sholat gerhana karena lagi itu tuuhh...M) gerimis lagi. Tapi semua terbayar setelah menyaksikan gerhana matahari dan budaya dayak itu.

March 2, 2016

K-POP


Apa alasan seorang lia mau dengerin lagu-lagu korea??

Semua tau lia itu gak suka korea,
Gak suka drama korea
Gak suka boyband korea
Gak suka sesuatu yang berbau korea,
tapi kenapa akhir-akhir ini yang didengerin justru lagu-lagu korea??
Semua terheran-heran...
Kenapa sih sekarang lu minta dikirim judul-judul lagu korea?
Tumben lu nanya-nanya lagu korea?
Ehh ngapain lu nanya-nanya lagu korea?
Bukannya lu paling sebel kalo ada orang yang ngobrolin sana-sini tentang korea?
“Iya memamg benar mendengarkan sesuatu yang berbau korea memang menyebalkan, termasuk lagu-lagunya. Tapi ada yang lebih menyebalkan daripada itu. Kalian tau????”
----------------------------------R I N D U------------------------------
Sebel kalo orang-orang udah mulai ngomongin korea.
Eeehhh si itu katanya mau comeback looh...
Hahaha bias gue tambah unyuuu...
Udah lihat MV  nya si itu belum?kereenn looh...
Drama ini udah sampe episdoe berapa yaa?
Eotteokhe......blablabla....
Tapi kalian tau???? RINDU ini lebih menyebalkan dari semua itu.
Sekarang semua itu sudah menghilang dari mata dan telinga gue.
Dan entah kenapa tiba-tiba mata dan telinga gue mau menerima lagu-lagu korea,yang jelas yang kuingat hanya kalian teman, hanya kalian..
Sebegitu dahsyatnya mata dan telinga gue menuruti maunya RINDU.
Beberapa lagu yang gue denger adalah lagunya Taeyeon, Taeyang, Ikon, Bigbang, BTS,Winner,  dan entah siapa lagi~
Tapi gue Cuma doyan yang melankolis nan sedih.