Cute White Flying Butterfly Lia Selviana: Main ke Tangkuban Perahu? Jangan Lupa Mampir ke Kawah Domas

October 11, 2020

Main ke Tangkuban Perahu? Jangan Lupa Mampir ke Kawah Domas

Gunung Tangkuban Perahu tahun kemarin mengalami erupsi dan keindahannya sementara tak bisa dinikmati oleh wisatawan. Kalau ada kesempatan main ke Tangkuban Perahu jangan lupa mampir ke Kawah Domas.

Ngomong-ngomong soal Tangkuban Perahu, aku sudah pernah kesana dua kali, yang pertama bersama teman-teman waktu kuliah dulu dan yang kedua bersama travelmate asal kota Pangkalan Bun, Wulan.


Pada blog kali ini aku mau cerita pengalaman yang tak terlupakan saat kesana untuk yang kedua kalinya. Yaps aku kesana waktu masih kerja di Bandung, pada bulan Mei 2018. 

Aku kesana naik angkot dari Pasir kaliki, karena waktu itu aku ngekos di deket 23 Paskal Hyper Square. Berangkat pagi-pagi dan pulang malam-malam baru sampai kos-kosan.

Perjalanan yang panjang dan menguras tenaga serta emosi, dan masih harus pegal-pegal kaki karena kesalahan diri sendiri. Sumpah pengen marah tapi gak tau harus marah sama siapa. wkwk

Jadi untuk bisa sampai di Tangkuban Perahu kami harus ganti angkot 2 kali. Angkot pertama hanya ngangkut kami sampai pasar apa gitu lupa namanya, wkwk, setelah itu ganti angkot dan turun sampai tempat parkir.

Dari tempat parkir naik angkutan khusus menuju Gunung Tangkuban Perahu. Apa namanya? untang-anting? unting-unting? atau apa lah lupa lagi karena emang udah tiga tahun lalu. Tak lupa kami memakai masker karena bau belerang yang menusuk-nusuk hidung.
karcis

Setelah sampai kami langsung cap cus foto-foto, kami tergiur membeli tongsis waktu itu untuk menunjang sesi foto-foto kami. wkwk. Harganya pun murah cuma 30 ribu kayaknya.

Setelah puas mengambil foto dan melihat kawahnya, kami naik-naik menuju Goa. Di sana ada tempat pemandian dayang sumbing. Konon kalau minum air itu kamu bakal awet muda. Air itu diberi julukan air keramat.
(pintu keluar goa)

Kami sempat mengambil airnya dan menyimpannya dalam botol minum yang kami bawa dari kosan. Tentu bukan karena biar awet muda, tapi biar hemat aja gak beli minum lagi. wkwk

Di goa itu ada warung, dijaga oleh abah Emen (kalau gak salah ya, lupa lagi astaghfirullah). Sampai Goa kami menyempatnya beli indomie, sebenarnya aku gak lapar tapi pengen beli sesuatu aja biar bisa istirahat di warung abah Emen sambil mendengarkan cerita-ceritanya tentang gunung Tangkuban Perahu.
(pintu menuju air keramat dan warung abah emen)

Pasti sudah terbayang dong ya, namanya goa ya gelap. Jujur gak berani masuk kalau cuma berdua sama wulan, tapi tiba-tiba ada pangeran datang. ciyee. Bukan, bukan perjaka ganteng yang sedang cari jodoh, bukan.

Dia bapak Suryono, tapi pas kenalan dia nyebut namanya Suryana, katanya karena lagi di Sunda jadi ejaan nya berubah jadi a. Beliau naik motor dari Malang, sudah melakukan perjalanan selama lima hari kalau gak salah, dia juga mampir dulu di Jogja sebelum akhirnya ke Jawa Barat.

Berkat kenalan dengan bapak Suryana kami bisa masuk ke goa itu dengan tenang. Foto kami di pintu keluar gia difotoin sama bapak Suryana, dan tak lupa bapaknya juga aku foto. Lalu kami berdua turun lagi, bapak Suryana masih di warung sama abah Emen.

Ternyata pertemuan dengan pak Suryana tidak cukup di goa saja, pas sudah di bawah, di pasar pusat oleh-oleh kami bertemu lagi. 

Di sana kami melihat tanda panah yang ada tulisan kawah domas, karena kami kalau main gak mau rugi, alias semua sisi harus kejamah, jadi kami berniat menuju kawah domas.

Ternyata bapak Suryana juga punya prinsip yang sama, jauh-jauh dari Malang gak boleh ada sisi yang terlewatkan. Oke kami bertiga turun menuju kawah domas.
(gapura menuju kawah domas)

Sebelum masuk ke pos jaga, kami mampir di salah satu warung untuk beli telur, karena di kawah sana kita bisa masak telur di sumber air panasnya.

Ternyata Allah maha baik, kami dipertemukan lagi sama ibu-ibu warung yang murah informasi. Katanya untuk turun ke kawah domas kita harus nyewa guide, karena jalanan ke bawah belum bagus jadi takut kesasar. Namun berkat ibu warung tadi kita diberi trik biar lolos di pos jaga, dan bisa turun ke bawah tanpa guide.
Jadi untuk bisa lolos tanpa guide kita harus punya saudara orang yang ada di tangkuban perahu situ guys, lebih mudah lagi kalau kalian bisa bahasa sunda. Jadi waktu itu kami menyamar saudaranya bapak Emen (penjaga warung di goa). Dan benar setelah kami bayar tiket masuk di pos jaga, ada segerombolan bapak-bapak yang menawarkan diri jadi guide.

Memangnya kenapa gak mau pakai guide? karena kami gak punya duit buat bayar mereka. Ya kalau kamu turun ke kawah domas bareng sama guide tentu harus bayar, dan itu gak murah, tepatnya berapa aku lupa, tapi waktu itu memang kami merasa berat. Dan kami berhasil turun dan balik ke atas lagi tanpa nyasar, meski berkali-kali istirahat karena ternyata melelahkan. Toh kalau pakai guide kita tetap jalan sendiri gak di gendong sama mereka. wkwk
(luluran belerang)


Bukan kami jika tak melakukan hal konyol. Jadi di bawah sana ada ibu-ibu yang siap meluluri kmau dengan belerang. Tapi kami justru malah nyari belerang sendiri dan luluran bagian tangan dan kaki di sana. Tidak hanya sampai situ, bahkan kami membawa pulang belerang itu juga. wkwk

Setelah capek mainan air hangat, makan telur dan luluran kami balik keatas, waktu itu sekitar jam 4 sore dan pos jaga sudah tutup. Karena udah kesorean ternyata angkot khusus yang membawa sampai parkiran sudah gak ada. Shoookk!!!

Kami berdua bingung dong ya, sedangkan bapak Suryana sudah terlanjur turun karena dia pakai motor. Akhirnya kami menuju pos polisi yang jaga dikawasan tangkuban perahau. Akhirnya kami dapat tumpangan.

Nasib malang gak hanya berhenti sampai situ, ditengah jalan angkot yang kami tumpangi menuju kota Bandung nurunin kami lantaran macet dan penumpangnya cuma kami berdua. Potek hati hamba. Pengen nangis pengen marah tapi mau gimana lagi, memang kami yang kesorean pulangnya. wkwk keasikan main.

Akhirnya kami naik angkot berikutnya dengan ganti rute. Meski sampai juga di kosan tapi sudah jam 8 apa 9 malem gitu, karena mesti muter-muter. Akhirnya bisa meluruskan boyok di kasur. 

Meski melelahkan dan sepatuku rusak, kami cukup puas karena merasa totalitas banget main di tangkuban perahu. Pas cerita ke teman-teman, mereka yang bahkan orang Bandung atau jawa barat pun kalau main ke Tangkuban Perahu tidak pernah sampai ke goa atau kawah domas.

Ini beberapa foto dan video singkat kami waktu main ke sana!

(sepatu kesayangan dari Adorable Project langsung rusak habis dari sini)

Waktu posting foto di Instagram sempat ada yang nanya ke aku, panas-panas gitu kok pakai jaket tebal? di sini meski panas tetap dingin cuy, berhenti sebentar saja langsung kedinginan, makanya kami jalan teruuuus. Sebenarnya gak ada rencana mau naik ke goa atau turun sampai ke kawah domas, makanya kami bisa dibilang salah kostum, pakai celana jeans dan bukan sepatu kets.

(ini foto waktu baru mau jalan ke goa, belum ketemu bpk Suryana. Ini difotoin sama orang aneh yang ngikutin terus dan tiba-tiba nawarin mau fotoin, habis ini kami langsung jalan cepat biar gak diikutin).

Perjalanan menuju goa pun sebenarnya agak seram ya, karena dari sekian banyak pengunjung, jarang banget ada yang mau naik ke atas sampai goa. Waktu kami jalan ke atas juga gak ketemu barengan satu pun, ada beberapa rombongan yang sudah turun. Aku sempat merinding dan pengen turun lagi, setelah sampai kosan ternyata Wulan juga merasakan hal yang sama. Kami sama-sama diam biar gak ada yang takut, dan tetap bisa sampai goa. wkwk

Ini tak kasih bonus foto bapak Suryana, dia sudah berkeluarga dan berjiwa travelling banget. Kalau main totalitas, semua sisi harus di jamah dan harus difoto buat kenangan.

(Bpk Suryana. Semoga bapaknya gak marah fotonya saya upload, barangkali beliau baca blog saya terus ingat dengan kami hihi)
 
Sebenarnya sempat nyimpan nomor bapak Suryana, bahkan beberapa bulan setelah perjalanan ini kami sempat kirim SMS (karena bapak gak punya WA), tapi karena aku udah ganti hp dan nomornya tidak ikut tersimpan. Padahal pernah janjian kalau kami ada waktu ke Malang, beliau siap menjadi guide. haha

(main-main air hangat)

Airnya hangat, jadi cocok banget dengan cuaca di sana yang dingin, kami main-main di sini lama banget. Pokoknya kalau ada kesempatan main ke Tangkuban Perahu, jangan lupa mampir ke kawah domas.

(perjalanan ke atas dari kawah domas, udah lemes banget dan capek tapi masih sempet foto modelan begitu)

NB: Pokoknya maaf-maaf banget kalau ada salah nyebut-nyebut nama dan lain-lain, karena udah tiga tahun, jadi udah lupa-lupa ingat. 

3 comments:

Yustrini said...

Pengalamannya seru banget! Memang betul harus totalitas kalo lagi traveling jangan ada tempat yang dilewatkan. Nanti menyesal jauh-jauh ke sana nggak jadi lihat ke tempat yang lebih menarik.

lia selviana said...

iya betul banget, sayang waktu dan duitnya klo gak totalitas ๐Ÿ˜€

Anonymous said...

merkur casino no deposit bonus codes
merkur ์ œ์™•์นด์ง€๋…ธ casino no deposit bonus codes | Best online casinos offering no deposit bonuses 2021 Top ๋ฉ”๋ฆฌํŠธ ์นด์ง€๋…ธ 25 Best Online ๋ฉ”๋ฆฌํŠธ์นด์ง€๋…ธ์ดํŒ Casinos; Best no deposit bonus codes; Best